Dari celah inilah setan masuk, karena umumnya manusia cenderung terhadapnya. Hadirnya rasa ujub pun senyap-senyap, merambat secara bertahap. Karenanya, banyak dosa yang terlupakan, banyak kebaikan terlewatkan, banyak nasihat terabaikan hingga menjadi penyebab kebinasaan.
Yang Sering Mendatangkan Ujub
Orang yang ujub adalah orang yang tak mampu mengukur kadar dirinya secara proporsional. Banyak hal yang umumnya menjadikan seseorang itu menjadi ujub. Penyakit ini semakin kronis ketika ada orang suka menyanjung di hadapannya.
Ada yang ujub karena kekuatan fisiknya, kesehatan badannya atau kebagusan rupanya. Padahal dahulunya berupa sperma yang hina, selama hidup membawa kotoran di perutnya, dan nantinya tubuh itu menjadi santapan belatung di kuburnya.
Ada yang berbangga dengan nasab atau status sosialnya di masyarakat, baik karena berasal dari kalangan pejabat maupun dari kalangan ulama. Pernah, Mutharrif bin Abdillah melihat seseorang berjalan membanggakan diri. Lalu beliau menegurnya, “Wahai hamba Allah, mengapa Anda berjalan dengan gaya yang dibenci oleh Allah dan Rasul-Nya?” Orang itu menjawab dengan bangga, “Kamu tahu siapa saya?” Mutharrif menjawab, “Benar, saya tahu persis siapa Anda. Dahulu Anda hanyalah sperma yang hina, nantinya menjadi bangkai yang busuk, dan sekarang kemanapun membawa kotoran dan air kencing.”